Nelayan yang menemukan perahu korban melaporkan kejadian itu kepada Babinsa dan selanjutnya diteruskan ke Basarnas KPP SAR Cilacap. Setelah mendapat informasi, pihaknya segera memberangkatkan satu regu Basarnas KPP Cilacap ke lokasi kejadian untuk mencari korban yang tenggelam di perairan Teluk Penyu.
"Personel Basarnas tersebut dilengkapi dengan rescue car type 1, dua set pakaian hazmat, satu unit rigit inflatable boat 05, peralatan SAR air, dan peralatan pendukung lainnya," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, analis cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan, gelombang sangat tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Barat hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wilayah ini termasuk perairan Teluk Penyu Cilacap maupun Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga hari ini 18 Juni 2020. Informasi akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.
"Peringatan dini tersebut kami keluarkan karena tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai 4-6 meter. Ini masuk kategori sangat tinggi sehingga berbahaya bagi pelayaran," katanya.