"Dalam proses pembuatan kap lampu ukir, saya memanfaatkan pipa paralon dengan ukuran lingkaran 3 sampai 4 inci. Kemudian sejumlah alat seperti gerenda, amplas, stiker jenis skotlet, cat Pylox, dan kayu papan penyangga lampu," katanya.
Sigit terinspirasi membuat lampu hias dengan motif ukir tokoh atau bunga setelah menonton YouTube. Awal mula membuat kap lampu dirinya memakai paralon bekas yang diambil dari tempat karaoke. Semula hasil karyanya hanya untuk menghias warung di rumah.
Dalam perjalanan waktu, Sigit berpikir untuk memproduksi lebih banyak karena banyak peminat. Sampai sekarang telah tersedia puluhan kap lampu hias dengan beragam motif.
"Sampa saat ini, saya sudah membuat puluhan kap lampu. Motifnya mulai karakter orang, tokoh kartun, bunga-bunga, kupu-kupu dan sebagainya," ujarnya.
Bapak dua anak tersebut mengaku kerajinan berbahan dasar pipa paralon itu dijual mulai Rp100.000 hingga Rp200.000. Setiap bahan baku paralon dengan panjang 4 meter, Sigit dapat menghasilkan lima lampu hias. Sejauh ini, yang tersulit adalah membuat kap lampu dengan motif kupu-kupu. Adapun biaya untuk pembelian bahan baku pembuatan dirinya mengeluarkan biaya mencapai Rp90.000.
"Sementara ini penjualan masih manual dari teman ke teman. Pembeli terjauh dari Yogjakarta," ujarnya.