Pedagang Pasar di Kudus Belum Jual Minyak Goreng Sesuai HET, Ini Alasannya

Antara
Minyak goreng yang tersedia di pasar tradisional Kabupaten Kudus. Foto: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

"Terkadang mendapatkan lima karton minyak goreng atau 60 liter, namun dalam sehari bisa habis karena selama ini pelanggannya pemilik warung makan yang setiap hari membutuhkan minyak goreng dalam jumlah banyak," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap pasokan minyak goreng diperbanyak agar harga jualnya juga bisa sesuai HET dan tidak perlu lagi ada aksi borong dari masyarakat karena stok tersedia aman.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya, Selasih. Dia mengakui stok minyak goreng masih tersedia cukup. Namun pembeliannya harus belanja produk lainnya karena kulakannya juga dipaket dengan produk lainnya.

Salah satunya, minyak goreng yang tersedia dipaket dengan produk minuman energi, serta ada yang dipaket dengan minyak fisioterapi.

Ia berharap pemerintah memperbanyak stok minyak goreng dengan HET, sehingga tidak ada kekhawatiran masyarakat maupun pedagang di pasar tradisional ketika stok minyak goreng memang tersedia cukup.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
2 hari lalu

Perselisihan Keluarga di Kudus Berujung Maut, Anak Tewas Ditikam Ayah

2 bulan lalu

Kebakaran Pasar Bayat Klaten Hanguskan 24 Kios, Diduga Korsleting Listrik

3 bulan lalu

Viral Minyak Goreng Bansos di Grobogan Diduga Berbau Solar, Langsung Dikembalikan Warga

3 bulan lalu

Asah Kepekaan Sosial, Peserta PKN LAN Bagikan 100 Liter Minyak Goreng ke Warga Mojokerto

3 bulan lalu

Minyak Bantuan Pangan di Klaten Berbau Solar dan Keruh, Warga Serbu Kantor Desa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal