Pengakuan Pimpinan Ponpes di Semarang Cabuli Santriwati: Kalau Manut Saya Janjikan sampai Kuliah

Eka Setiawan
Tersangka pencabulan santriwati saat digelandang ke lokasi pondok pesantren. (IST)

SEMARANG, iNews.id - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Semarang menahan BAA (46) pimpinan ponpes Hidayatul Hikmah Al Kahfi Kota Semarang. Tersangka ditahan terkait kasus pencabulan santriwatinya.

Tersangka BAA mengaku khilaf melakukan perbuatan bejat tersebut. "Hanya 3 orang (korban), yang dua orang dewasa," kata tersangka, Jumat (8/9/2023).

Dia mengaku menjanjikan biaya pendidikan hingga kuliah agar korban menurut. Dia mengakui pemerkosaan terjadi di sebuah hotel di Kota Semarang, sementara ruang di pondoknya hanya digunakan tidur para santriwati.

"Dari tahun 2020, saya doktrin kalau manut saya janjikan dampingi terus sampai kuliah," ungkapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan korban melaporkan peristiwa ini ke pihaknya pada Mei 2023. Korban mengaku disetubuhi tersangka mulai Juni 2021 hingga tahun 2023. "Jadi kisaran kejadian 1 tahun lebih," katanya.

Donny mengatakan tersangka ditangkap di Bekasi, Jawa Barat pada 1 September 2023. Dia sudah 2 kali dipanggil jadi saksi namun mangkir.

Tersangka saat ini ditahan di Polrestabes Semarang untuk penyidikan lebih lanjut. Dia dijerat Undang-Undang terkait Perlindungan Anak.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
1 hari lalu

17 Hari Hilang, Pelajar Perempuan di Semarang Ditemukan di Rumah Kos

3 hari lalu

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Mas Bechi Pemerkosa Santriwati Kembali Dipenjara

3 hari lalu

Eks Pimpinan Ponpes Lombok Tengah Ditetapkan Tersangka Pelecehan Santriwati

3 hari lalu

Dekat Wisata Religi, Triizz Hotel Semarang Tawarkan Penginapan Nyaman dan Strategis

3 hari lalu

Pasutri di Semarang Jadi Korban Gendam hingga Rugi Rp52 Juta, 2 Pelaku Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal