SEMARANG, iNews.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengatakan, penyebab Helikopter Mi-17 jatuh saat water bombing kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) masih diselidiki.
Dia menegaskan, masih menunggu proses pencarian serta evakuasi kotak hitam (black box) untuk untuk mengungkap penyebab jatuhnya helikopter yang diawaki 8 prajurit.
"Kami masih menunggu evakuasi black box dari lokasi kejadian. Perangkat ini sangat penting untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, sekaligus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi operasi dan latihan Penerbad ke depan," ujar Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di sela-sela pemakaman militer Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang, Kamis (5/11/2026).
KSAD juga berharap proses evakuasi terhadap jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang diduga masih terjebak di dalam bangkai helikopter dapat segera dituntaskan oleh tim SAR gabungan.
KSAD juga memastikan bahwa operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah tetap terus berjalan.
KSAD menegaskan, TNI AD hingga saat ini telah mengerahkan sedikitnya 18.989 prajurit untuk membantu penanganan bencana karhutla di daratan Kalimantan.
Jumlah personel berskala besar tersebut mencerminkan komitmen dan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan secara masif.
Suasana haru juga menyelimuti pihak keluarga korban. Orang tua almarhum Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, Muharto, mengenang putranya sebagai sosok yang sangat berbakti. Sebelum terbang melakoni misi penanganan karhutla, almarhum sempat berkomunikasi dan berpamitan kepada sang ayah.