Luka tersebut berupa memar pada bahu kiri hingga lengan kiri serta luka lecet pada bagian lengan kanan.
Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menurut keterangan warga, Satiyem selama ini tinggal seorang diri di rumah berukuran sekitar 6 x 8 meter tersebut.
Korban diketahui tidak memiliki anak maupun keturunan dan menempati bangunan yang berdiri di atas tanah milik orang lain.
Warga menyebut kondisi rumah tersebut memang sudah lama tidak layak ditempati. Sebelum roboh, bangunan itu diketahui dalam kondisi miring dan nyaris runtuh.
“Korban saat dievakuasi warga masih dalam keadaan hidup, kemudian tidak lama setelah itu dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolres.