Sambut Maulud Nabi Muhammad, Warga di Kendal Gelar Tradiasi Weh-Wehan

Eddie Prayitno
Warga di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal saat menggelar tradisi Weh-Wehan guna menyambut Maulud Nabi Muhammad. Foto: Eddie Prayitno.

“Dalam tradisi ini, makanan yang disajikan dan dibagikan kepada tetangga beraneka macam. Mulai makanan tradisional, hingga makanan kemasan yang mudah diperoleh,” kata warga lainnya, Lutfiana. 

Makanan khas Kaliwungu yang disajikan dalam tradisi ini adalah sumpil dan ketan beraneka warna. Sumpil merupakan makanan berbahan beras dan dibungkus dengan daun bambu. Hidangan ini disajikan dengan bumbu kelapa parut yang sudah diberi bumbu pedas. 

Tradisi Ketuin dipopulerkan Mbah Akhmad Rukyat, sesepuh dan ulama Kaliwungu yang mengajarkan tentang kebersamaan dan saling berbagi. 

“Filosofinya adalah tenggang rasa dan saling berbagi, serta mengajarkan kebersamaan. Tradisi ini terus terjaga dan menjadi kearifan lokal di Kaliwungu Kendal,” kata warga lainnya, Abdul Fatah. 

Weh-wehan dalam bahasa Jawa berarti saling memberi. Di sini diajarkan untuk saling memberi kepada sesama tanpa memandang status sosial. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
14 hari lalu

Kronologi Anak Tiri Ditemukan Tewas Dianiaya Ayah di Kendal lalu Bunuh Diri

14 hari lalu

Polisi Dalami Motif Ayah Aniaya Anak Tiri hingga Tewas di Kendal lalu Bunuh Diri

14 hari lalu

Kendal Gempar! Ayah Ditemukan Gantung Diri, Anak Perempuan Tewas Telentang di Kamar

15 hari lalu

Perempuan Tanpa Identitas Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta Api di Kendal

19 hari lalu

Tradisi Weh-wehan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Kendal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal