Dia mengatakan, korban dekat dengan teman-teman yang dikenalnya dari perteman di media sosial.
Kuswanto mengaku mengenali ciri-ciri putrinya dari tanda kutil di tangan kirinya. “Kalau tato di tangan kanan, memang sempat saya protes,” katanya.
Ditanya soal tato kupu-kupu dengan tulisan Anggra di dada, Kuswanto mengaku baru pertama kali melihatnya saat identifikasi jenazah korban.
Kuswanto berharap polisi segera menangkap pelaku pembunuhan dan menghukumnya sesuai dengan kejahatannya. Setelah teridentifikasi, jenazah korban dibawa ke kampong halaman untuk dimakamkan.