Sejarah Tugu Lilin, Lambang Kota Solo sebagai Cagar Budaya Nasional

Endang Ayu Puji Astutik
Tugu Lilin, Lambang Kota Solo sebagai Cagar Budaya Nasional. (foto IG @surakartakita)

Saat itu, Budi Utomo melalui Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPKI) berinisiatif untuk mendirikan tugu tersebut.

Konsep dari bangunan Tugu Lilin ini ditawarkan oleh Ir. Soetjipto, pada saat itu dianggap memenuhi cita-cita kebangsaan dan mudah dimengerti masyarakat secara luas.

Sebab,  bentuk sebuah tugu yang ditawarkan tersebut melambangkan kekuatan, sedangkan ikon lilin memiliki arti penerang, yaitu harapan para pejuang di zaman dahulu yang berjuang mati-matian demi mencapai hari kemerdekaan Indonesia.

Meskipun dalam pendirian bangunan tugu Lilin saat itu sudah mendapatkan izin dari Pakubuwono X pada akhir November 1933. 

Akan tetapi, prosesnya ternyata memiliki banyak hambatan yang harus dilewati. Pasalnya, pemerintahan Hindia Belanda sempat menolak pembangunan tugu tersebut karena dianggap sebagai simbol pemberontakan. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
15 jam lalu

Tragis! 3 Anak Tenggelam di Sungai Serayu Banyumas, 2 Orang Tewas 1 Selamat

15 hari lalu

Cari Ikan di Sungai, Warga Purbalingga Temukan Mayat Pria Tersangkut Jaring

24 hari lalu

2 Bocah yang Hilang Tenggelam di Sungai Banjarnegara Ditemukan Tewas

29 hari lalu

Setahun Mozza Hilang, Sang Ayah Ungkap Pesan Haru Berharap Anaknya Pulang

30 hari lalu

Terungkap! Ini Alasan Kejati Pulbaket Semua SPPG di Jateng, Termasuk Milik Polri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal