Sejumlah Konsumen di Salatiga Enggan Beralih ke Pertamax, Ini Alasannya

Angga Rosa
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor saat membeli BBM di salah satu SPBU di Salatiga. Foto: Ist.

Harapannya, masyarakat bisa terus mendapatkan subsidi BBM mengingat tingkat pendapatan masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah terhitung relatif rendah.

"Kami berharap, seterusnya ada subsidi BBM untuk warga kalangan menengah ke bawah. Sebab harga barang-barang kebutuhan pokok juga sering naik, dan jika sudah naik sulit turun lagi. Contoh harga minyak goreng, yang dulunya sekitar Rp14.000 per liter sekarang jadi Rp23.000 per liter dan belum ada tanda-tanda turun harga," ucapnya.

Salah seorang sopir mobil carter, Dwimoko (34) menilai, pendataan penerima subsidi BBM memang bagus. Hanya, penerimanya harus benar-benar yang layak mendapatkan subsidi. 

"Sekarang malah banyak mobil-mobil berkapasitas mesin tinggi yang beralih ke BBM bersubsidi. Ini yang harus ditertibkan agar subsidi BBM tepat sasaran," ujarnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Truk Tangki Berisi 24.000 Liter Pertalite Terbakar di Cianjur, Lalin Macet Total

57 tahun lalu

Kecelakaan di Salatiga, Mahasiswi Berboncengan Motor Ditabrak Truk Tronton

57 tahun lalu

Pertalite Langka, Antrean Kendaraan di SPBU Bangkalan Mengular

57 tahun lalu

Dampak Harga Pertamax Naik, Warga di Majalengka Rela Antre Panjang untuk Dapat Pertalite

57 tahun lalu

Solar Langka di Makassar, Antrean Bus dan Truk Mengular di SPBU

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal