SMKN 1 Salatiga juga berupaya keras mempertahankan diri sebagai sekolah dengan zona hijau. Setelah arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk meningkatkan kedisiplinan para guru terhadap protokol kesehatan. "Sehingga yang sudah dicapai ini malah meninggalkan disiplin, aehingga akhirnya malah berbalik SMK 1 menjadi bagian area yang terpapar Covid," pungkasnya.
Seorang siswa SMKN 1 Salatiga, Bunga Nuraziza menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka. Mengingat jurusan sekolahnya yaitu Kecantikan, membutuhkan praktik langsung. "Bidang kita itu lebih ke ketrampilannya. Kita butuh praktik untuk menguasai materi," kata Bunga ditemui tengah praktik di Laboratorium Kecantikan.
Kepala SMA N 2 Salatiga Muhammad Sahli mengatakan menghadapi sekolah tatap muka pihaknya menyiapkan Satgas Covid-19 dan protokol kesehatan. Termasuk juga, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk penanganan antisipasi Covid-19.
"Prosedur, petugas, juga kita siapkan dengan sangat ketat agar nanti pelaksanaan tatap muka berjalan sebagaimana yang direncanakan," kata Sahli di sekolahnya.
Menurutnya, sekolah akan berupaya keras menghindari penyebaran Covid-19. Kaitannya dengan jumlah siswa per kelas, Sahli telah merencanakan pembatasan jumlah siswa di setiap kelas dengan model sif. Yang mana jumlah siswa 1.066 orang akan diambil kelas X di 11 kelas. Dari 11 kelas diambil 50 persennya untuk dimasukkan di 11 kelas.