"Dengan 50 persen kapasitas kelas. Begitu kita akan sif setiap hari, dengan dua kali sif," ujarnya. Adapun pembagian sifnya per jamnya 3-4 jam per hari. Sehingga diperkirakan sif pertama pukul 07.00-11.00 WIB, dan sif 2 mulai pukul 12.00-15.00 WIB," ujarnya.
Sekolah juga memaksimalkan 58 tenaga pendidik yang bertugas di 11 rombel tadi. Seluruh guru dan karyawan sekolah sebanyak 73 orang telah menjalani tes Covid-19. "Semuanya dinyatakan negatif pada bulan Desember kemarin," katanya.
Sahli melanjutkan, rencana sekolah tatap muka juga telah mendapat persetujuan orang tua siswa sekitar 76 persen. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan polling lagi ke orang tua siswa untuk mengetahui data terbaru jumlah mereka yang setuju.
Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah V meliputi Kota Salatiga, Boyolali dan Klaten, Nasikin mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka. "Kalau di Cabdin ada 61 sekolah negeri dari SMA, SMK maupun SLB," kata Nasikin di SMK N 1 Salatiga.
Adapun di tiap kabupaten yang menjadi wilayahnya, pihaknya menyiapkan enam sekolah di masing-masing daerah lebih dulu. Sedangkan teknis pembelajaran tatap mukanya akan seperti apa, pihaknya menunggu arahan dari pusat.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengecek sejumlah sekolah di Kota Salatiga tampak mengecek kesiapan sekolah dalam menggelar pembelajaran tatap muka. "Kita mesti disiplin," kata Ganjar saat pemantauan.
Hanya dari catatan tim asesor, penilaian sekolah yang melakukan uji coba belajar tatap muka harus 100 atau angka sempurna. "99,9 tidak boleh. Fasilitasnya, prosedurnya," katanya.