PURBALINGGA, iNews.id – Turnamen sepak bola antardesa atau tarkam di Lapangan Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berakhir ricuh, Jumat (31/7/2026). Wasit yang memimpin pertandingan babak belur dikeroyok pemain dan penonton.
Akibat pengeroyokan tersebut, sang pengadil lapangan mengalami luka-luka lebam serius di area wajah dan tubuh hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Merespons aksi kekerasan di lapangan hijau ini, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Purbalingga langsung mengambil langkah ekstrem dengan menarik seluruh tugas perwasitan dari kompetisi tersebut.
Kericuhan bermula saat laga mengadu ketangkasan antara Andalas FC Kayu Ares asal Banjarnegara melawan Gama Adi Pasir Rakit. Tensi tinggi pertandingan mendadak memanas usai sejumlah oknum pemain dan ofisial merasa tidak puas dengan keputusan wasit.
Diduga dipicu kekecewaan atas kepemimpinan sang pengadil, sejumlah pemain beserta suporter langsung merangsek masuk ke tengah lapangan. Aksi saling mengejar pun tak terhindarkan.
Meski sempat berusaha menyelamatkan diri dari kejaran kerumunan orang yang emosi, sang wasit tak mampu menghindari hujan pukulan dan tendangan dari massa. Jalannya pertandingan terpaksa dihentikan karena situasi tidak lagi kondusif.
Warga dan panitia yang berada di lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit. Tak terima atas penganiayaan brutal yang dialaminya, korban didampingi pihak keluarga resmi melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Bukateja.
Aksi pengeroyokan ini memicu reaksi keras dari otoritas sepak bola lokal. Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga, Mugi Ari Purwono menegaskan, penarikan seluruh perangkat pertandingan demi keselamatan jiwa personel perwasitan.