Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekonom Bongkar Kelemahan Sistem DTSEN yang Bikin Data Desil Keliru hingga Bansos Dicabut
Advertisement . Scroll to see content

DTSEN Ubah Data Bansos, 4,33 Juta Keluarga yang Sebelumnya Terlewat Kini Dapat Bantuan

Selasa, 15 September 2026 - 07:45:00 WIB
DTSEN Ubah Data Bansos, 4,33 Juta Keluarga yang Sebelumnya Terlewat Kini Dapat Bantuan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari. (Foto: Bakom)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 4,33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru tercatat menerima bantuan sosial (bansos). Hal itu setelah pemerintah menerapkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data sosial ekonomi masyarakat.

DTSEN digunakan sebagai rujukan bersama lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Selain bansos, data tersebut menjadi acuan dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat, Program 3 Juta Rumah, Kartu Indonesia Pintar, Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, serta program lainnya.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menjelaskan DTSEN bukan data yang bersifat sekali jadi. Kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga data perlu diperbarui secara berkala.

Pemerintah juga menyediakan mekanisme pemutakhiran melalui usul dan sanggah masyarakat. Mekanisme tersebut memungkinkan warga yang belum masuk dalam pendataan atau mengalami ketidaksesuaian data untuk diperiksa dan diperbaiki.

“Pemutakhiran dan integrasi data tidak hanya berfungsi menertibkan data penerima, tetapi juga berhasil membantu menemukan warga yang sebelumnya belum menerima bantuan meskipun memenuhi kriteria,” kata Qodari dalam pernyataannya, dikutip Selasa (15/9/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut