KAJEN, iNews.id – Sepasang warga lanjut usia (lansia) di Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah selama puluhan tahun harus tinggal di rumah reot dan nyaris ambruk. Mereka juga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena tak ada penghasilan dan hanya bergantung dari dermawan.
Kondisi itu dialami Kakek Warsono (77) dan istrinya, Barkah (74). Mereka harus tinggal di rumah yang hanya berdinding kayu bekas dan berlantaikan tanah. Tak ada barang berharga, bahkan tidak memiliki tempat tidur.
Ironisnya, rumah yang sekarang mereka tempati juga bukan di atas tanah miliknya melainkan lahan milik desa. Pasangan lansia ini tidak punya rumah dan menetap di desa setempat selama 10 tahun. Gubuk yang saat ini ditempati telah beberapa kali diperbaiki warga karena kondisinya tidak layak huni. “Untuk beli makan tiap hari, saya berdua jadi buruh melipat kain kasa. Penghasilannya kadang bisa Rp5.000 sampai Rp10.000 per hari,” kata Warsono, Rabu (16/1/2019).
Pasangan Warsono dan Barkah sebenarnya mempunyai 10 anak, namun saat ini tinggal dua anak. Sedangkan delapan anak lainnya sudah meninggal karena sakit.
“Kulo asline gadah lare wolu. Lah, bapake niki gadah lare 10. Kulo ini mpun kawin ping pitu (Saya sebenarnya punya anak delapan, sedangkan bapak punya anak dua. Saya sudah kawin dengan tujuh laki-laki termasuk dengan bapak ini),” kata Barkah.