Serahkan SPDP dan SP2HP ke Keluarga, Kapolresta Solo Janji Ungkap Kasus Kematian Gilang

Antara
Kapolresta Solo Kombes Pol. Ade Safri Simanjutak (kanan) saat menyerahkan SPDP dan SP2HP kepada orang tua korban, Sunardi (kiri), di rumah korban, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kamis (28/10/2021). (foto: Antara)

Menyinggung soal dugaan adanya pelaku kekerasan, Kapolresta mengatakan bahwa pihaknya akan secepatnya menggelar perkara setelah hasil autopsi keluar untuk mengarah kepada tersangka. Polisi nanti akan meng-update kembali secepatnya akan gelar perkara mengarah kepada tersangka.

Sementara itu, ayah korban, Sunardi, berharap kasus bisa segera terungkap dengan transparan, jujur, dan lancar. Kejadian yang menimpa anaknya menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi kejadian yang sama di kemudian hari.

Sebelumnya, penyidik Polresta Solo memeriksa 26 saksi dalam perkara kematian mahasiswa UNS Gilang Endy Saputra setelah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) di Jurug Jebres Solo.

Menurut Kapolresta, pihaknya pada Selasa (26/10) malam telah memeriksa tiga saksi, kemudian pada hari Rabu (27/10) memeriksa lima saksi. Sebelumnya, sebanyak 18 saksi yang dimintai keterangan sehingga total menjadi 26 saksi.

Delapan saksi tambahan yang diperiksa tersebut terdiri atas tiga anggota panitia Diklatsar Menwa dan lima peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Untuk pengembangan lebih lanjut, tim penyidik Satreskrim Polresta Solo telah melakukan koordinasi efektif dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dari penyidik akan mengirimkan surat ke LPSK.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Misteri Siswi SD Tewas dalam Rumah di Sragen, Polisi Sebut Ada Dugaan Kekerasan

57 tahun lalu

Kronologi Siswi SD Ditemukan Tewas dalam Rumah di Sragen, Motor Keluarga Ikut Hilang

57 tahun lalu

Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris

57 tahun lalu

Tamtama TNI AL di Bangkalan Meninggal Tak Wajar, Keluarga Tolak Disebut Bunuh Diri

57 tahun lalu

Menteri PPA Sebut Kekerasan di Daycare Jogja Pelanggaran HAM Serius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal