“Meski jalan sepanjang 1,8 kilometer ini milik pemerintah daerah, namun adik saya nekat mengecor jalan dengan uang pribadi agar perekonomian warga tidak terganggu dan tidak lagi menimbulkan korban kecelakaan,” katanya.
Jalan yang tengah dicor ini merupakan jalur perekonomian beberapa desa di Karangrayung, Grobogan dan jalur ini juga digunakan warga sebagai jalur alternatif menuju Kabupaten Boyolali.
Sementara, Kepala Desa Jetis mengaku sudah mengusulkan perbaikan jalan ke kabupaten namun hingga kini tidak pernah ada tindak lanjut dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Imam Budi Kartiko, salah satu warga Desa Jetis mengaku sangat senang dengan adanya proyek pembangunan jalan desa ini.
“Saya sangat berterima kasih telah rela membantu warga dalam pembangunan jalan desa. Setelah jalan mulus ini bisa lancar dalam pengiriman barang untuk dijual,” kata Imam yang bekerja sebagai pedagang dan pemilik toko ini.