Terobosan Kreatif Bripka Purnomo, Polisi di Semarang Cegah Penyebaran Paham Radikal

Ary Wahyu Wibowo
Personel Sat Binmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo saat mendapat penghargaan. Foto: Ist.

"Alhamdulillah, hingga akhirnya tahun 2020 di Kota Semarang terbentuk yayasan Persadani yang diinisiasi mantan narapidana terorisme. Dan sampai sekarang program ini berkelanjutan dengan baik," ucapnya. 

Diakuinya, tidak mudah melakukan pendekatan terhadap para mantan napiter. Tidak jarang penolakan dialaminya saat melakukan pendekatan. 

"Bahkan sempat merasa ngeri juga saat pertama kali melakukan sambang. Mereka mempunyai anggapan bahwa polisi merupakan musuh yang telah menangkap dan memenjarakan mereka. Juga kebencian-kebencian lain, sehingga tidak jarang menolak jika tahu didatangi oleh polisi," katanya. 

Awalnya, dirinya hanya mampu menggandeng tiga orang mantan napiter, yakni Sri Puji, Mahmudi Haryono, Wawan Supriatin. Kini, jumlah mantan eks napiter yang bergabung di Yayasan Persadani terus bertambah mencapai 15 orang.

Konsep ketiga dengan mendorong eks napiter yang tergabung dalam yayasan Persadani agar memiliki usaha dalam rangka ekonomi kreatif untuk kesejahteraannya beserta keluarga.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
19 hari lalu

Tipu Warga Semarang Rp125 Juta, 2 Residivis Penggandaan Uang Ditangkap di Bus

1 bulan lalu

Kerangka di Pinggir Tol Jangli Ditemukan Terbungkus Karung, Diduga Mozza Axillia Gunarsa

3 bulan lalu

Terekam CCTV! Pemuda di Semarang Diserang Celurit lalu HP Dirampas di Depan Rumah

3 bulan lalu

Pemuda Ciamis Ditangkap Densus 88 usai Sebarkan Propaganda Radikal di Medsos

3 bulan lalu

Gadis Mozza Hilang Setahun, Polda Jateng Ungkap Perkembangan Pencarian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal