Warga di Semarang Gelar Tradisi Nyadran Jelang Ramadan

Angga Rosa
Tradisi Nyadran yang digelar warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang di Makam Nyai Ageng Kebo Kanigoro. Foto: Ist.

SEMARANG, iNews.id - Masyarakat di Kabupaten Semarang melaksanakan tradisi nyadran di tempat pemakaman umum menjelang bulan puasa. Tradisi turun temurun ini tujuannya untuk mengirimkan doa bagi para leluhur. 

Tradisi antara lain dilaksanakan warga di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ratusan warga datang ke area permakaman Cengklik atau Makam Nyai Ageng Kebo Kanigoro. 

Mereka dengan khusyuk mengikuti prosesi nyadran dan memanjatkan doa untuk arwah anggota keluarga yang telah meninggal dunia agar diampuni semua dosanya oleh Tuhan. 

"Nyadran ini sebagai pengingat agar mereka yang masih hidup ingat dengan yang sudah meninggal dunia. Kegiatan ini dilakukan rutin setahun dua kali, yakni setiap bulan Maulud dan Ramadan,” kata Kepala Dusun Krajan, Purwanto, Senin (21/3/2022).

Menurutnya, nyadran juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi warga antar dusun maupun antara daerah lain. Sebab dalam acara nyadran, warga yang jarang bertemu bisa berkumpul dalam acara tersebut. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
5 hari lalu

Kerangka Jenazah Mozza Axillia Tiba di Rumah Duka, Disambut Tangis Keluarga dan Pelayat

7 hari lalu

Terungkap! Motif Pelaku Bunuh Mozza karena Cemburu, Jasad Dibuang di Tol Semarang

7 hari lalu

Gelar Tahlilan, Keluarga Harap Bukan Mayat Mozza yang Ditemukan di Tol Semarang

8 hari lalu

Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka di Tol Jangli Semarang

8 hari lalu

Polisi Dalami Motif Pembunuh Mozza yang Ditemukan Tinggal Kerangka di Tol Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal