Warga di Semarang Gelar Tradisi Nyadran Jelang Ramadan

Angga Rosa
Tradisi Nyadran yang digelar warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang di Makam Nyai Ageng Kebo Kanigoro. Foto: Ist.

Salah seorang warga Arief Sarifudin mengatakan, nyadran merupakan tradisi untuk mengingatkan masyarakat, bahwa semua makhluk hidup termasuk manusia tidak bisa hidup kakal di dunia. Karena itu, harus selalu meningkatkan ketaqwaan, iman dan amal kebaikan agar pada saat waktu kematian tiba, bisa meninggal dalam kondisi baik.

"Kita sebagai manusia harus selalu ingat mati, karena apapun yang hidup di dunia suatu saat akan mati. Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri agar benar-benar siap menjalani kematian," ujarnya.

Dia mengatakan, tradisi nyadran harus dilestarikan karena termasuk budaya yang memiliki nilai positif dalam kehidupan masyarakat. "Sifat gotong-royong, menghormati leluhur merupakan bagian dari tradisi yang harus terus dilestarikan. Ini sekaligus nguri-nguri (melestarikan) budaya di Jawa Tengah," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
8 hari lalu

2 Bangunan TK Mekarsari II di Semarang Terbakar, Guru dan Siswa Panik Selamatkan Diri

27 hari lalu

Siswa SD di Ungaran Diduga jadi Korban Bullying Teman Kelas, Mimisan hingga Trauma

1 bulan lalu

Perempuan Korban Jambret di Semarang Melawan, 3 Pelaku Diamuk Warga hingga Motor Dibakar

1 bulan lalu

Aniaya Pedagang Cilok, 6 Anak Punk Babak Belur Dihajar Warga di Semarang

2 bulan lalu

Kerangka Jenazah Mozza Axillia Tiba di Rumah Duka, Disambut Tangis Keluarga dan Pelayat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal