Warga di Semarang Gelar Tradisi Nyadran Jelang Ramadan

Angga Rosa
Tradisi Nyadran yang digelar warga Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang di Makam Nyai Ageng Kebo Kanigoro. Foto: Ist.

Salah seorang warga Arief Sarifudin mengatakan, nyadran merupakan tradisi untuk mengingatkan masyarakat, bahwa semua makhluk hidup termasuk manusia tidak bisa hidup kakal di dunia. Karena itu, harus selalu meningkatkan ketaqwaan, iman dan amal kebaikan agar pada saat waktu kematian tiba, bisa meninggal dalam kondisi baik.

"Kita sebagai manusia harus selalu ingat mati, karena apapun yang hidup di dunia suatu saat akan mati. Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri agar benar-benar siap menjalani kematian," ujarnya.

Dia mengatakan, tradisi nyadran harus dilestarikan karena termasuk budaya yang memiliki nilai positif dalam kehidupan masyarakat. "Sifat gotong-royong, menghormati leluhur merupakan bagian dari tradisi yang harus terus dilestarikan. Ini sekaligus nguri-nguri (melestarikan) budaya di Jawa Tengah," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
9 jam lalu

Truk Boks Tak Kuat Menanjak Melaju Mundur Tabrak Bengkel di Semarang, 2 Orang Terluka

2 hari lalu

Tradisi Saparan di Lereng Merbabu, Warga Open House dan Tamu Wajib Makan

18 hari lalu

Setahun Mozza Hilang, Sang Ayah Ungkap Pesan Haru Berharap Anaknya Pulang

19 hari lalu

Gadis Mozza Hilang Setahun, Polda Jateng Ungkap Perkembangan Pencarian

21 hari lalu

Kronologi Mozza Gadis Semarang Hilang Setahun, Pamit Antar Laptop Teman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal