Selain memanfaatkan sumber air permukaan, Pemprov Jatim juga melakukan pengeboran sumur di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi. Hanya saja, pengeboran tidak selalu membuahkan hasil.
Khofifah mencontohkan sebuah lokasi yang telah dibor hingga kedalaman 200 meter, tetapi tidak menemukan air dan justru menembus batu. Dalam proses tersebut, sebanyak 19 mata bor dilaporkan putus.
“Artinya ada kesulitan-kesulitan tertentu. Tapi juga ada yang 90 meter ketemu air,” ujarnya.
Menurut Khofifah, opsi lainnya yakni membangun sistem pengaliran air dari wilayah yang memiliki sumber menuju daerah yang mengalami kekeringan. Skema tersebut telah diterapkan atau dikaji di sejumlah wilayah dengan mempertimbangkan kondisi geografis.
“Ada juga yang dari gunung bisa ditarik seperti dari Arjuna bisa ditarik ke Singosari dan seterusnya. Jadi opsi untuk bisa mengidentifikasi sumber-sumber terdekat, termasuk di dalamnya adalah melakukan pengeboran sumur di daerah yang potensial, kita akan maksimalkan ikhtiar itu,” katanya.