Dari 639 siswa yang menerima MBG, sebanyak 70 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan. Mereka kemudian mendapat pemeriksaan dan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data Puskesmas Ploso, sebagian korban mendapat perawatan di fasilitas kesehatan di wilayah Ploso. Sebanyak tujuh siswa dirawat di Klinik Pratama Ploso dan delapan siswa lainnya menjalani perawatan di Klinik Asifa Ploso.
Sebagian siswa yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang dengan membawa obat dari puskesmas. Sementara itu, sejumlah siswa lainnya masih menjalani rawat inap karena kondisinya belum membaik.
"Dari 70 siswa sampai saat ini ada 7 terdiri dari 6 siswi dan 1 siswa kita infus di Puskesmas karena tidak bisa menahan nyeri perut, melilit terus dan masih diare tadi pagi. Yang lainnya 63 murid kita pulangkan karena merasa mual dan perutnya melilit tapi masih bisa ditahan," ujar Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditia Bimantara.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut, termasuk terhadap makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.