Menurut Sudihartawan, pelayaran astronomi normalnya menyeberang samudera. Tetapi, karena situasi pandemi Covid-19 terpaksa dilaksanakan hanya keliling mengarungi samudera Indonesia. "Mudah-mudahan pandemi segera menurun dan pelayaran kita laksanakan sampai ke luar negeri kembali," ujarnya.
Selama berlayar, para taruna-taruni berkesempatan singgah di pulau-pulau terdepan dan terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka singgah untuk menyerahkan bantuan logistik dan alat kesehatan kepada Posal dan Satgas Pamputer, di antaranya di Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Marore dan Pulau Miangas yang berbatasan dengan negara tetangga.
Selain itu, KRI Bima Suci dan Satlat KJK 2020 juga berkesempatan melaksanakan latihan bersama unsur-unsur lain selama pelayaran. Mereka yakni Unsur BKO Guskamla Koarmada I di perairan Selat Malaka dan Guspurla Koarmada I di perairan Natuna Utara.
Selain itu dengan Guspurla Koarmada II di perairan Karang Unarang; Guspurla Koarmada II di perairan Tarakan; serta Guskamla Koarmada III di perairan Selat Dampir, Laut Arafuru, dan perairan Tual.
Satgas Operasi Bima Suci 2020 banyak memberikan materi dan mengambil penilaian dalam bentuk kompetisi, agar sistem pembelajaran lebih menarik dan menghibur selama pelayaran.