Sementara itu, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 6 milimeter dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 milimeter turut tercatat dalam periode pengamatan.
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Level III Siaga. PVMBG meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.
PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tulis PVMBG.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
"Selain itu, potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tulis PVMBG.