Awasi Ketat, Pemkot Surabaya Larang Hewan Kurban asal Endemik Antraks

Ihya Ulumuddin
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Istimewa)

Sebagai pelaksana teknis, DKPP kata Herlambang juga akan mendatangi titik penjualan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan hewan yang dijual.

“Mereka nanti akan mendapatkan kartu hasil pemeriksaan. Kartu itu jaminan bagi masyarakat yang akan membeli, bahwa hewan kurban di sana sudah diperiksa. Kalau ada yang sakit kita beri tanda dan kita sarankan agar tidak dijual,” ujarnya.

Menurut Herlambang, selama ini pedagang hewan umumnya berasal dari luar Surabaya. Untuk sapi, bisanya dipasok dari Probolinggo, Pasuruan, Banyuwangi, Kediri dan Madura. Sedangkan kambing berasal dari Gresik, Sidoarjo, Blitar.

“Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak ada penyakit yang terlalu fatal atau membahayakan. Hanya luka- luka ringan saja di perjalanan. Kemudian iritasi mata karena kena angin terus diare,” katanya.

Dia juga menyarankan kepada pembeli untuk selektif dalam memilih hewan kurban. “Hewan yang sehat sudah bisa dikenali dari penampilan fisiknya, di antaranya kulitnya mulus tidak kusam, tidak ada kotoran di matanya, cuping hidung lembab, gerakannya juga lincah, tidak lemes,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
6 hari lalu

Begal Apes di Surabaya, Jatuh dari Motor Saat Korban Melawan Malah Ditinggal Kabur Rekannya

7 hari lalu

Viral! Demi Konten, Sopir Truk Ugal-ugalan Melaju Zig-zag di Surabaya

13 hari lalu

Kebakaran Hanguskan 4 Rumah di Wonokromo Surabaya, 14 Damkar Dikerahkan

15 hari lalu

Mabuk, Pengemudi Perempuan jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Surabaya

15 hari lalu

Perempuan Mabuk Bawa Mobil SUV Tabrak Pemuda hingga Tewas di Surabaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal