Awasi Ketat, Pemkot Surabaya Larang Hewan Kurban asal Endemik Antraks

Ihya Ulumuddin
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Istimewa)

Sebagai pelaksana teknis, DKPP kata Herlambang juga akan mendatangi titik penjualan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan hewan yang dijual.

“Mereka nanti akan mendapatkan kartu hasil pemeriksaan. Kartu itu jaminan bagi masyarakat yang akan membeli, bahwa hewan kurban di sana sudah diperiksa. Kalau ada yang sakit kita beri tanda dan kita sarankan agar tidak dijual,” ujarnya.

Menurut Herlambang, selama ini pedagang hewan umumnya berasal dari luar Surabaya. Untuk sapi, bisanya dipasok dari Probolinggo, Pasuruan, Banyuwangi, Kediri dan Madura. Sedangkan kambing berasal dari Gresik, Sidoarjo, Blitar.

“Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tidak ada penyakit yang terlalu fatal atau membahayakan. Hanya luka- luka ringan saja di perjalanan. Kemudian iritasi mata karena kena angin terus diare,” katanya.

Dia juga menyarankan kepada pembeli untuk selektif dalam memilih hewan kurban. “Hewan yang sehat sudah bisa dikenali dari penampilan fisiknya, di antaranya kulitnya mulus tidak kusam, tidak ada kotoran di matanya, cuping hidung lembab, gerakannya juga lincah, tidak lemes,” katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
4 hari lalu

11 Orang Ditangkap saat Demo 2 Tahun Prabowo di Grahadi, Diduga Hendak Rusuh!

5 hari lalu

Mitsubishi Pajero Terbakar Hebat di Perumahan Surabaya, Api Nyaris Jalar ke Rumah Warga

11 hari lalu

Kecelakaan Maut di Surabaya, Pemotor Scoopy Tewas Terlindas Truk

12 hari lalu

Penggerebekan Kampung Narkoba di Surabaya, Polda Jatim Tangkap 19 Orang

13 hari lalu

20 Pasien Rehabilitasi Narkoba di Surabaya Kabur lewat Gerbang yang Tak Dikunci

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal