Sebagai bentuk protes atas penutupan yang dinilai terlalu lama, para pelaku wisata menyegel loket pintu masuk kantor TNBTS menggunakan lembaran seng setelah tidak ditemui oleh petugas di lokasi.
Para pengunjuk rasa bergantian menggelar orasi untuk mempertanyakan kepastian tanggal pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo.
Penutupan imbas karhutla beberapa pekan terakhir telah menyebabkan roda perekonomian warga lokal lumpuh hingga membuat mereka kehilangan mata pencaharian.
"Kami sangat terdampak karena tidak ada pendapatan sama sekali selama Bromo ditutup, padahal kondisi api di lapangan sebenarnya sudah padam," kata Ketua Paguyuban Jeep Tosari, Heri Nurdi, Jumat (18/9/2026).