Penggunaan material jembatan gantung seperti baja, kabel, dan baut juga menggunakan produk lokal dalam negeri yang dibuat di Indonesia. “Konstruksi yang digunakan tipe rigid dan hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua,” ucapnya.
Dia menjelaskan, Jembatan Gantung Banjarsari II menghubungkan Desa Banjarsari dengan Desa Semanten, Pacitan. Sementara Jembatan Kendungbendo menghubungkan 3 dusun di Desa Kedungbendo dengan Kota Kecamatan Arjosari.
Basuki mengatakan, keberadaan jembatan gantung sangat membantu masyarakat karena geografis wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah dan sungai. “Secara fisik, kondisi ini terkadang memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan,” ujarnya.
Kehadiran dua jembatan gantung tersebut sudah sangat dinanti masyarakat untuk kembali meningkatkan konektivitas antardesa di willayah tersebut. Selain menjadi akses penghubung antardesa, jembatan gantung juga diharapkan menggerakkan ekonomi perdesaan dan menjadi objek wisata desa.