Efek Covid-19, Angka Perceraian di Jember Tembus 3.000 Kasus selama September

Bambang Sugiarto
Ilustrasi perceraian (Sindonews)

JEMBER, iNews.idAngka perceraian di Kabupaten Jember meningkat sepanjang bulan September. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Jember, jumlah total angka perceraian mencapai 3.000 kasus, meningkat 50 persen dari bulan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, mayoritas didominasi usia 30 hingga 50 tahun. Sedangkan, gugatan cerai rata-rata dari pihak perempuan.

Kepala Humas PA Jember, Husen mengatakan, alasan perceraian rata-rata karena persoalan ekonomi. Pihak perempuan (istri) menggugat cerai suaminya karena dianggap tidak mampu memberi nafkah.

“Faktor kedua karena alasan ketidakcocokan. Data kami ada 1.000 kasus. Kami dari PN sejatinya meminta mereka berdamai. Apalagi mereka juga sudah memiliki anak. Tetapi upaya itu seringkali gagal,” katanya, Rabu (30/9/2020).

Husen mengatakan, hal itu terjadi karena sebelum ke PA, masing-masing pasangan sudah memiliki niat bulat untuk bercerai. Alasannya, sudah tidak ada kecocokan dan tidak betah bila melanjutkan rumah tangga.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Geger! Teror Lutung Hitam Masuk Rumah Warga di Jember, Sembunyi di Plafon

5 hari lalu

Tragis! Teknisi Sound Horeg di Jember Tewas Terjepit Gapura Beton saat di Atas Truk

11 hari lalu

Tradisi Tabuh Panci Warnai Pencarian Bocah Hilang di Jember, Berakhir Pilu

13 hari lalu

Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak di Perairan Puger Jember, 4 ABK Selamat

18 hari lalu

Berburu Burung Berujung Petaka, Pria di Jember Tewas Tertembak Senapan Miliknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal