Efek Covid-19, Angka Perceraian di Jember Tembus 3.000 Kasus selama September

Bambang Sugiarto
Ilustrasi perceraian (Sindonews)

“Jika demikian, maka tidak ada pilihan bagi hakim untuk memutuskan percerain, guna kebaikan bersama,” katanya.

Informasi yang dihimpun, kasus perceraian ini karena selama pandemi Covid-19, banyak pasangan berhenti bekerja karena PHK (pemutuhan hubungan kerja). Kondisi ini memengaruhi kondisi perekonomian mereka dan berujung disharmoni. Mereka yang tidak betah akhirnya memilih jalan pintas, mengakhiri hubungan pernikahan.

Sementara itu, selama pandemi Covid-19, PA Jember tetap melayani sidang perceraian. Namun, masyarakat tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Selain memakai masker, mereka juga diminta menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk area pengadilan.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
8 jam lalu

Viral Nenek 80 Tahun Penjual Telur Asin di Jember Ditipu Pembeli, Dibayar Pakai Uang Mainan

2 hari lalu

Kecelakaan Maut di Jembatan Lohjejer Jember, 2 Orang Tewas 2 Luka Parah

3 hari lalu

Viral Pria di Jember Ngaku Pernah Bertemu Allah dan Nabi di TikTok, Kini Dilaporkan Polisi

5 hari lalu

Viral! Karnaval Sound Horeg di Jember Berujung Tawuran Remaja, Dipicu Mabuk Miras

7 hari lalu

Maut di Pelintasan! Detik-Detik Fortuner Tertabrak Kereta Api di Jember Tewaskan 1 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal