Gempa 2 Kali di Tuban, BMKG: Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia Masih Aktif

Antara
Ilma De Sabrini
Warga dan pengunjung sidang berhamburan keluar dari Gedung Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali saat gempa dua kali mengguncang wilayah itu. Gempa tersebut berpusat di laut Jawa, Tuban, Jatim. (Foto: iNews.id)

Kedua gempa itu dirasakan getarannya sampai ke Madura, Malang, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Sumbawa. Belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut dan tidak berpotensi tsunami.

Alasan mengapa getaran gempa itu terasa cukup jauh adalah karena hiposenter atau pusat gempa yang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas. Gempa dengan kedalaman melebihi 300 km sendiri merupakan fenomena alam yang menarik karena jarang terjadi.

Proses terjadinya gempa hiposenter hingga kini masih misteri. “Ada teori yang menjelaskan kaitannya dengan perubahan sifat kimiawi batuan pada suhu dan tekanan tertentu," ungkap Daryono.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
19 jam lalu

Fase Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Kembali ke Fase Strombolian

21 jam lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Manggarai NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

1 hari lalu

Abu Anak Krakatau Diprediksi Bertahan 2 Hari di Jabar, BMKG Soroti Cuaca dan Arah Angin

2 hari lalu

BMKG: Abu Anak Krakatau Mulai Berkurang di Bandung, Sukabumi dan Bogor Masih Terdampak

4 hari lalu

Beda Data Badan Geologi dan BMKG soal Dentuman Misterius di Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal