Fase Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Kembali ke Fase Strombolian
BANDUNG, iNews.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir. Aktivitas vulkanik gunung api tersebut kini kembali memasuki fase erupsi strombolian dengan letusan berdurasi singkat.
Data Badan Geologi menyebutkan, fase erupsi menerus yang sebelumnya berlangsung telah mereda pada Jumat dini hari pukul 00.04 WIB. Perubahan aktivitas tersebut ditandai dengan penurunan getaran vulkanik yang terekam secara konsisten berdasarkan pemantauan data seismik.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyampaikan, saat ini, karakter erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan pola strombolian. Pada 8 September, tercatat delapan kali letusan kecil dengan durasi sekitar 10 hingga 15 detik.
"Fase erupsi menerus yang terjadi di 4 September ini sudah berhenti di 6 September tepatnya di pukul 00.04 WIB. Sekarang sudah kembali kepada fase sesuai dengan karakter Gunung Anak Krakatau, yaitu fase Strombolian di mana fase ini terjadi erupsi di dalam amplitudo yang tidak terlalu panjang dan juga dalam durasi waktu hanya beberapa detik dan ini terjadi di 8 September ini," ujar Lana, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, seiring meredanya aktivitas, sebaran abu vulkanik juga tidak lagi meluas. Abu saat ini terkonsentrasi di sekitar lereng dan tubuh kawah Gunung Anak Krakatau.