Penumpang KA Ranggajati, Lulu menuturkan, pendingin ruangan itu mati sejak berangkat dari Stasiun Madiun hingga Surabaya. Perjalanan KA juga terlambat satu jam akibat kejadian itu. “Jelas kecewa, karena sepanjang perjalanan kami kepanasan di dalam gerbong,” katanya.
Begitu tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, para penumpang KA Ranggajati ini langsung berhamburan keluar dan memilih berada di luar gerbong penumpang untuk mencari udara segar.
Bagi penumpang yang memilih berada di dalam gerbong terpaksa mendinginkan badan dengan cara manual yakni menggunakan kipas tangan.