Kiai Mutawakkil mengatakan estafet kepemimpinan NU Jawa Timur sudah waktunya berganti. "Waktunya estafet (NU Jatim) berganti pemimpin yang lain," ujarnya.
Bersama Rais Syuriah KH Anwar Mansyur, Kiai Mutawakkil terpilih sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Jatim tahun 2013. Selama dua periode atau 10 tahun, pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, menakhodai NU Jatim. Pada 30 Juli 2018 masa jabatannya akan berakhir.
Kiai Mutawakkil menuturkan akan kembali berkonsentrasi mengurus pondok pesantren. Di Ponpes Genggong, kiai yang juga pengusaha itu merupakan pengasuh sekaligus Ketua Yayasan. "Saya akan kembali ke habitat (Ponpes Genggong), "katanya.
Kiai Mutawakkil juga mengatakan Muktamar NU Jatim ini sengaja digelar tepat waktu. Hal itu, kata dia sebagai bagian dari disiplin dan ketertiban berorganisasi. "Juga menjadi uswah cabang (NU), "katanya.
Selain Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, hadir pula Sekjen PBNU Helmi Faisal, mantan Menteri Pendidikan M Nuh, Ketua PKB Jawa Timur Halim Iskandar dan sejumlah kiai serta pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur.