Menurut pembuat hand sanitizer, Fitri, pembuatan cairan pembersih tangan ini berawal dari langka dan mahalnya produk tersebut di pasaran. Sementara itu, resep cairan antiseptik ini didapat dari salah satu kerabat warga yang bekerja sebagai dokter.
“Cairan ini sudah banyak digunakan warga sekitar kampung sini,” katanya, Jumat (27/3/2020).
Sementara itu, salah satu warga yang menjadi pengguna hand sanitizer ini, Anna Vera mengatakan, cairan pembersih tangan ini tidak lengket dan tidak berbau.
“Kalau yang produk lain itu biasanya lengket, kalau ini tidak. Rasanya lebih bersih saja,” katanya.
Kini dalam sehari, warga desa papungan telah mampu memproduksi cairan antiseptik ini hingga 10 liter. Selain lebih hemat, cairan antiseptik ini juga dinilai lebih aman karena tidak menggunakan bahan kimia.
Mereka berharap, dengan adanya cairan pembersih tangan ini dapat membantu warga untuk menjaga kondisi kebersihan diri.