Sembilan anggota AHWA selanjutnya menggelar rapat tertutup untuk menentukan Rais Aam PBNU. Hasilnya, KH Miftahul Akhyar kembali dipercaya memimpin jajaran Rais Aam PBNU.
Sementara itu, pemilihan Ketua Umum PBNU berlangsung pada Minggu malam hingga Senin pagi. KH Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, memperoleh suara terbanyak dengan 472 suara.
Dalam pemilihan tersebut, KH Zulfa Mustofa memperoleh 262 suara, KH Abdussalam Sokib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara dan KH Abdul Ghofar Rozin 155 suara.
Berdasarkan hasil pemilihan dan berbagai pertimbangan lainnya, AHWA bersama Rais Aam PBNU menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
Penetapan tersebut menandai berakhirnya rangkaian proses pemilihan pimpinan dalam Muktamar NU ke-35. Selanjutnya, muktamar dijadwalkan ditutup oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin hari ini.