Kasus Pencabulan terhadap Anak di Jatim Fenomena Gunung Es

Ihya Ulumuddin
Lukman Hakim
Tersangka pencabulan 65 siswa SD (bersebo) digiring petugas ke Mapolda Jatim. (Foto: iNews/Rahmat Ilyasan)

Kekerasan terjadi karena ada sikap superior dari pelaku. Pelaku menganggap anak dalam kondisi yang lemah sehingga bisa diperlakukan semena-mena. Kekerasan di rumah bisa dalam bentuk fisik dan juga verbal atau ucapan. Kekerasan di rumah bisa terjadi ketika anak kurang patuh pada perintah orang tua. Kemudian, perilaku anak dianggap nakal. Rata-rata kekerasan yang dialami anak adalah seksual dan penelantaran. “Saya berharap agar sekolah dan juga rumah bisa menjadi tempat anak-anak untuk membiasakan perbuatan baik,” katanya.

Sementara itu, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. UU ini menjadi alat untuk menegakkan perlindungan terhadap anak-anak, utamanya dalam menghadapi kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan mereka.

Melalui UU ini, pemerintah mempertegas sanksi pidana bagi pelaku kejahatan seksual. Misalnya pelaksanaan hukuman mati bagi mereka yang mengikutsertakan anak dalam kejahatan narkoba dan pelaksanaan kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Pemberatan sanksi ini dianggap mampu memberikan efek jera. Tidak sekadar itu, UU mengatur upaya-upaya preventif sebagai langkah meminimalisasi kasus kejahatan terjadi. Pelaku kekerasan terhadap anak juga bisa diancam hukuman mati.

“Kami akan melakukan upaya untuk menghindari adanya kekerasan siswa. Salah satunya, dengan memberi pembinaan pada kepala sekolah dan guru-guru di Jatim. Ini agar proses belajar bisa berjalan aman selama di sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Oknum Guru SD di Muna Barat Dijebloskan ke Tahanan, Diduga Cabuli Sejumlah Siswi

57 tahun lalu

Viral Polisi Diadang Warga saat Tangkap Lansia Terduga Pencabulan Anak di Sampang

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tampang Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal