Petugas pemadam kebakaran, Joko Kartolo mengatakan kondisi angin dan keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.
"Kayu banyak kena api karena banyak angin," ujar Joko di lokasi.
Pemilik perusahaan, Suwardi mengatakan, api cepat membesar akibat tiupan angin. Keterbatasan sarana yang dimiliki perusahaan juga membuat penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan secara maksimal.
"Penyebabnya dari puntung rokok, tahu-tahu api sudah membesar," kata Suwardi.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp1,3 miliar.