Berdasarkan pemeriksaan awal bersama kepolisian dan tim inafis, sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik pada perangkat pendingin di salah satu ruko bagian tengah.
Api dengan cepat membesar dan membakar bagian atap. Kobaran kemudian merembet ke empat ruko lain yang berada di sisi kanan dan kiri bangunan tersebut.
Dua ruko mengalami kerusakan paling parah hingga bagian atapnya roboh. Berbagai barang dagangan, peralatan usaha, dan dokumen transaksi milik pedagang turut hangus terbakar.
“Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dengan kerugian sekitar Rp50 juta,” katanya.
Meski perkiraan awal kerugian mencapai sekitar Rp50 juta, pendataan di lokasi masih dilakukan. Total kerugian keseluruhan diperkirakan berada di kisaran Rp50 juta hingga Rp70 juta.