Ketua Muslimat NU Desak Rumah Sakit Evaluasi Sistem Keamanan

Ihya Ulumuddin
Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok.iNews.id)

Khusus untuk korban pelecehan, Khofifah juga menganggap perlu adanya layanan psikososial guna mengatasi rasa trauma akibat perbuatan pelaku. “Siapa pun yang menjadi korban pasti akan trauma. Maka ini juga harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Seperti diberitakan, seorang pasien RS National Hospital berinisal WD mengaku menjadi korban pelecehan seksual perawat setempat. Korban menyebut jika pelaku memegang bagian dada korban hingga beberapa kali.

Kasus perbuatan tak senonoh ini sendiri terungkap ke publik melalui rekaman video yang viral di media sosial. Sebuah akun Twitter @Michael24007966, pada Rabu (24/1/2018) misalnya mengunggah sebuah video berdurasi 52 detik yang memerlihatkan seorang pasien menangis. Ia mengatakan jika dirinya menjadi korban pelecehan dari petugas rumah sakit.

Dia terlihat duduk di atas ranjang menangis, ditenangkan oleh dua wanita di sampingnya. Pasien tersebut meminta seorang pria yang diduga adalah pelaku untuk mengakui kesalahannya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
9 hari lalu

200 Jemaah Umrah Muslimat NU Jombang Telantar di Arab Saudi, Diduga Ditipu Travel

2 bulan lalu

Kasus Pelecehan Seksual, Pengacara Santriwati Minta Oknum Kiai di Pati Dihukum Kebiri

2 bulan lalu

Oknum ASN di Cianjur Cabuli Remaja, Modus Janjikan Lolos jadi Pegawai

2 bulan lalu

Viral Pasien Perempuan di RSUD Martapura Dilecehkan Oknum Nakes, Polisi Turun Tangan

3 bulan lalu

Mencekam! Warga Kepung Rumah Pria Terduga Pelecehan Seksual Balita di Palopo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal