Khusus untuk korban pelecehan, Khofifah juga menganggap perlu adanya layanan psikososial guna mengatasi rasa trauma akibat perbuatan pelaku. “Siapa pun yang menjadi korban pasti akan trauma. Maka ini juga harus menjadi perhatian,” ucapnya.
Seperti diberitakan, seorang pasien RS National Hospital berinisal WD mengaku menjadi korban pelecehan seksual perawat setempat. Korban menyebut jika pelaku memegang bagian dada korban hingga beberapa kali.
Kasus perbuatan tak senonoh ini sendiri terungkap ke publik melalui rekaman video yang viral di media sosial. Sebuah akun Twitter @Michael24007966, pada Rabu (24/1/2018) misalnya mengunggah sebuah video berdurasi 52 detik yang memerlihatkan seorang pasien menangis. Ia mengatakan jika dirinya menjadi korban pelecehan dari petugas rumah sakit.
Dia terlihat duduk di atas ranjang menangis, ditenangkan oleh dua wanita di sampingnya. Pasien tersebut meminta seorang pria yang diduga adalah pelaku untuk mengakui kesalahannya.