Ketua Muslimat NU Desak Rumah Sakit Evaluasi Sistem Keamanan

Ihya Ulumuddin
Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dok.iNews.id)

Khusus untuk korban pelecehan, Khofifah juga menganggap perlu adanya layanan psikososial guna mengatasi rasa trauma akibat perbuatan pelaku. “Siapa pun yang menjadi korban pasti akan trauma. Maka ini juga harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Seperti diberitakan, seorang pasien RS National Hospital berinisal WD mengaku menjadi korban pelecehan seksual perawat setempat. Korban menyebut jika pelaku memegang bagian dada korban hingga beberapa kali.

Kasus perbuatan tak senonoh ini sendiri terungkap ke publik melalui rekaman video yang viral di media sosial. Sebuah akun Twitter @Michael24007966, pada Rabu (24/1/2018) misalnya mengunggah sebuah video berdurasi 52 detik yang memerlihatkan seorang pasien menangis. Ia mengatakan jika dirinya menjadi korban pelecehan dari petugas rumah sakit.

Dia terlihat duduk di atas ranjang menangis, ditenangkan oleh dua wanita di sampingnya. Pasien tersebut meminta seorang pria yang diduga adalah pelaku untuk mengakui kesalahannya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Polisi Tetapkan Gus Idris Tersangka Pelecehan Model Konten Sumpah Pocong

57 tahun lalu

Pengasuh Ponpes di Malang jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Begini Modusnya

57 tahun lalu

Hotman Paris Turun Tangan, Siap Dampingi Santriwati Korban Dugaan Pelecehan di Pati

57 tahun lalu

PCNU Pati Kecam Dugaan Pelecehan Puluhan Santriwati, Minta Polisi Segera Tahan Kiai Pesantren

57 tahun lalu

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal