Pemprov Jatim tidak hanya mengirimkan bantuan logistik. Tim penanganan bencana juga telah diterjunkan secara bertahap sejak pertengahan Agustus 2026.
Pada 17 Agustus 2026, pasokan makanan dikirim ke wilayah terdampak. Pada hari yang sama, tujuh dokter spesialis dari RSUD Dr Soetomo Surabaya juga diberangkatkan untuk membantu pelayanan medis di RSUD Ben Mboi Ruteng.
Selain penanganan kesehatan, Pemprov Jatim mengerahkan Tim Layanan Dukungan Psikososial untuk membantu pemulihan trauma warga. Pendampingan tersebut terutama menyasar anak-anak, lansia serta kelompok masyarakat yang mengalami dampak psikologis akibat gempa.
Khofifah juga memastikan pasokan bantuan pangan akan terus ditambah. Pemprov Jatim dijadwalkan kembali mengirim beras tambahan pada Selasa (25/8/2026).
Perhatian Pemprov Jatim tidak hanya diberikan kepada warga di lokasi bencana. Mahasiswa asal Manggarai dan daerah lain di NTT yang sedang menempuh pendidikan di Jatim juga dipastikan mendapat pendampingan.