Kisah Kematian Sultan Agung yang Diiringi Gelegar Suara Letusan Gunung Merapi

Avirista Midaada
Suara menggelar Gunung Merapi iringi kepergian Sultan Agung. (ilustrasi).

Di hari Soma, pascameninggalnya Sultan Agung, Panembahan Purbaya bersama cucunya mengumpulkan orang-orang Mataram dan menobatkan raja berikutnya, Pangeran Adipati Arya Mataram. Penobatan itu pun disambut oleh serempak rakyat Mataram, yang menyetujuinya. Suaranya laksana saur peksi, para pandita, para kaji berdoa mendukung penobatan Pangeran Adipati Arya Mataram. 

Sang nata lalu masuk istana, sejak raja baru berkuasa negara Mataram gemah ripah, tata raharja, tegak adil, hukum yang berlaku, pemerintahan tidak berubah, masih seperti ketika Sultan lama yang sudah almarhum. Di hari Respati atau Kamis, dikisahkan Sang Sultan mengundang pada bupati dan sentana atau pejabat istana. 

Dia memerintahkan untuk membuat istana baru, dari Kota Karta menuju istana baru di Plered. Keputusan Sang Raja Mataram baru ini dipenuhi seluruh bala tentara dan pejabat Mataram.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
31 hari lalu

Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Wedhus Gembel 2 Km ke Kali Sat, Warga Diminta Waspada

1 bulan lalu

Kebakaran Hutan di Taman Nasional Gunung Merapi Hanguskan 4 Hektare Lahan

1 bulan lalu

Api Hanguskan 4 Hektare Hutan di Kawasan Gunung Merapi Magelang

2 bulan lalu

Gunung Merapi Erupsi Malam Ini, Luncurkan Wedhus Gembel 2.000 Meter

4 bulan lalu

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2 Km ke Arah Barat Daya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal