Kisah Penyusunan Teks Proklamasi Diwarnai Kericuhan Tudingan Budak Jepang

Solichan Arif
Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diwarnai kericuhan tudingan budak Jepang oleh kaum muda kepada kelompok tua. (Dok. Kemdikbud)

Pemuda radikal asal Blitar Jawa Timur yang juga kader Tan Malaka itu mengusulkan hanya Bung Karno dan Bung Hatta yang menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia. 

Usulan Sukarni diterima dan sekaligus mendinginkan suasana yang dipicu tudingan budak-budak Jepang itu.

Naskah Teks Proklamasi tulisan tangan. (Foto: Ist)

Namun, usulan adanya ungkapan revolusioner 'merebut kekuasaan' dari Sukarni telah memantik perdebatan baru. Kalimat merebut kekuasaan dalam teks Proklamasi Kemerdekaan dinilai sebagai pemaksaan.

“Apakah merebut itu berarti merebut senjata dari tangan prajurit Jepang yang menjalankan perintah Sekutu?,” dikutip dari Sutan Sjahrir, Demokrat Sejati, Pejuang Kemanusiaan.

Menurut Laksamana Maeda, Nishijima dan Miyoshi yang turut hadir di ruangan itu, orang Jepang jelas bersimpati dan mendukung kemerdekaan Indonesia. “Tapi mereka juga tidak ingin membahayakan diri mereka sendiri”.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
19 hari lalu

Demo Berujung Ricuh, Mahasiswa Bakar Ban dan Berupaya Tembus Gerbang Pemkot Cilegon

26 hari lalu

Momentum Haornas, BNI Dukung Skuad Bulutangkis Indonesia Menuju Asian Games 2026

1 bulan lalu

Penampakan 4 Kura-Kura Raksasa Aldabra di KBS, Bobot 100 Kg

1 bulan lalu

Eksekusi Lahan Ricuh di Kendari, Keluarga Pemilik Tanah Tiduran di Aspal Adang Alat Berat

1 bulan lalu

Laga Sepak Bola Antarkampung di Tenjo Bogor Ricuh, Petugas Sempat Kewalahan Melerai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal