Kisah Pernikahan Politik dan Beda Agama yang Satukan 2 Dinasti Mataram Kuno

Avirista Midaada
Salah satu peninggalan candi era mataram kuno. (Foto: storymap).

Sebab, sang raja memindahkan ibu kota kerajaan ke Mamrati, serta bangkitnya Dinasti Sanjaya yang berpengaruh terhadap perkembangan agama Hindu di Jawa. 

Pernikahan itu menghasilkan dua putra, yakni Rakai Gurunwangi Dyah Saladu atau Dyah Badra, dan Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.

Kelak, Dyah Lokapala inilah yang berhasil menjadi Raja Medang sesudah berhasil menumpas pemberontakan Rakai Walang Mpu Kombhayoni yang berpusat di Bukit Baka. 

Sementara Dyah Saladu, kelak melakukan pemberontakan terhadap Dyah Lokapala karena cemburu tidak dinobatkan sebagai Raja Medang oleh ayahnya Mpu Manuku. 

Mengacu pada perselisihan kekuasaan antara Dyah Saladu dan Dyah Lokapala, perkawinan Pramodawardhani dan Mpu Manuku dapat dianggap sebagai ambang perang saudara raja-raja Medang, setelah bersatunya Dinasti Sailendra dan Sanjaya. 

Perang saudara ini berakhir pada tahun 928 bertepatan dengan meletusnya Gunung Merapi.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cerita Awal Kemunduran Kerajaan Kalingga hingga Munculnya Mataram Kuno

57 tahun lalu

Kisah Hubungan Kekerabatan Penguasa Kerajaan Sunda Galuh dengan Sriwijaya-Majapahit

57 tahun lalu

Misteri 2 Makam Tua di Keraton Gunung Kawi Malang, Keturunan Mpu Sindok? 

57 tahun lalu

6 Fakta Menarik Gunung Sindoro, Ada Hamparan Bunga Edelweiss hingga Telaga Ajaib di Puncak

57 tahun lalu

Ekskavasi Lahan Bekas Keraton Mataram Kuno, Tim Temukan Wadah Air Era Majapahit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal