Go Soe Loet, dan kedua saudaranya bahkan kemudian mendirikan perusahaan PT. Santos Jaya Abadi untuk memperbesar produk kopi milik mereka.
Sayangnya, perusahaan tersebut hingga gulung tikar sempat gulung tikar karena pecah kongsi. Setelah pecah kongsi, ayah Soedomo Mergonoto mendapatkan bagian pabrik penggorengan kopi. Soedomo Mergonoto kemudian mencoba menyelamatkan PT. Santos Jaya Abadi melalui pabrik penggorengan kopi sang ayah dengan memproduksi kopi bubuk bermerek ‘Kapal Api’.
Nama 'Kapal Api' dipilih karena kopi milik usaha keluarga tersebut dulunya diperdagangkan di kawasan pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Lambang kapal api dipakai untuk mencerminkan penggabungan antara harapan baru, semangat juang, dan teknologi.
Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980-an, Soedomo berinisiatif untuk membuat iklan di TV dengan menggandeng salah satu personel ‘Srimulat’ yang sangat terkenal di masa itu, yakni Paimo.