Kisah Sunan Ampel, Bupati Pertama Surabaya yang Bawa Kebudayaan Campa ke Majapahit

Solichan Arif
Sunan Ampel (wikipedia).

Panggilan “mak” juga berlaku di wilayah Mojokerto-Jombang hingga Kediri-Nganjuk yang kemungkinan disebarkan oleh Raden Abu Hurairah, sepupu Sunan Ampel yang bermukim di Mojoagung (Wirasaba).

Dalam perkembangannya, yakni dibawa oleh Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Raden Patah, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati,  panggilan “mak” meluas di sepanjang Pantai utara Jawa hingga ke daerah Jawa Barat.  

“Di daerah Surabaya dan sekitarnya, tempat Sunan Ampel penduduk memanggil ibunya dengan sebutan “mak”,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016).

Begitu juga dalam menyebut orang-orang yang dianggap lebih tua. Orang-orang Campa biasa memakai sebutan “kak” atau “kang”, yakni sebagaimana kebiasaan yang dilakukan Sunan Ampel.

Sementara masyarakat Majapahit terbiasa menyebut orang yang lebih tua dengan sebutan “raka”. Kemudian untuk memanggil orang yang lebih muda, Sunan Ampel terbiasa menyebut “adhy”. Panggilan “adhy” secara perlahan menggeser panggilan “rayi” yang biasa diucapkan masyarakat Majapahit.

“Orang-orang Campa menyebut anak laki-laki kecil dengan sebutan “kachoa” atau “kachong”, sedangkan orang Majapahit menyebut “rare”.

Kebudayaan Campa yang dibawa Sunan Ampel juga merambah ke wilayah kepercayaan terhadap alam gaib atau segala sesuatu yang bersifat tahayul atau mitos.

Soal makhluk halus, orang Majapahit mempercayai adanya makhluk-makhluk setengah dewa, yakni seperti yaksha, raksasa, gandarwa, butha, mahakala, hingga sang magawai kedhaton (arwah leluhur yang melindungi bumi dan keraton).

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
26 hari lalu

Makam Kuno Ratusan Tahun di Tulungagung Dibongkar, Ada Jejak Majapahit dan Islam

29 hari lalu

2 Bangunan Usaha di Surabaya Hangus Terbakar, Kerugian hingga Rp1 Miliar

1 bulan lalu

Terungkap Motif Teror Molotov 2 Pos Polisi di Surabaya, Pelaku Sakit Hati Ditilang

1 bulan lalu

Pelaku Teror Molotov 2 Pos Polisi di Surabaya Ditangkap

2 bulan lalu

Massa PSHT Kepung Polrestabes Surabaya, Desak Seluruh Debt Collector Ditangkap!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal