Kisah Syekh Mutamakkin, Bikin Resah Ulama Mataram gegara Ajaran Wahdatul Wujud

Solichan Arif
Ilustrasi syekh mutamakkin (foto ilustrasi/repro).

Sebagai gantinya, Syekh Mutamakkin dipanggil untuk menjelaskan ajaran tasawuf yang didedahkan dalam Serat Dewaruci. Ia diadili di depan para ulama lain, terutama dihadap-hadapkan dengan Katib Anom Kudus yang sejak awal menudingnya sesat.

Kedua ulama itu kemudian berdebat. Semua pengetahuan keagamaan didedah sekaligus untuk membuktikan siapa yang benar. Dalam teks Kajen menyebut Syekh Mutamakkin terbukti lebih alim sekaligus lebih menguasai ilmu tasawuf dibanding Katib Anom Kudus.

Syekh Mutamakkin menafsirkan teks Serat Dewaruci yang ajaran intinya yakni  mencapai insan kamil. Sufisme dan syariah tidak dalam posisi meniadakan satu sama lain. Polemik pun selesai dan ditutup dengan melaksanakan salat Jumat bersama.

“Kebijaksanaan dan keadilan sang raja sebagai seorang sufi digambarkan dengan pengampunan yang diberikan kepada Al-Mutamakkin,” demikian tertulis dalam Intelektualisme Pesantren, Potret Tokoh dan Cakrawala Pemikiran di Era Pertumbuhan Pesantren.

Syekh Mutamakkin wafat pada tahun 1740 dan dimakamkan di Kajen, Pati Jawa Tengah. Dari berbagai sumber yang dihimpun, keturunan Syekh Mutamakkin terbagi atas tiga keluarga besar (bani), yakni Siroj, Nawawi dan Salam.

Dari ketiga keluarga besar itu lahir banyak pendiri sekaligus pengasuh pesantren di Kajen, Pati. Salah satu keturunan Syekh Mutamakkin adalah almarhum KH Sahal Mahfudz, mantan Rais Aam PBNU.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
23 hari lalu

Pembahasan Aturan Pemilihan Ketum PBNU Buntu, Pleno Muktamar NU Diskors

24 hari lalu

Peserta Muktamar NU Diduga Dipukuli karena Beda Dukungan, Kasus Dilaporkan ke Polisi

24 hari lalu

Tak Capai Mufakat, Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar NU Ditentukan lewat Voting Malam Ini

3 bulan lalu

Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Siap All Out

6 bulan lalu

Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Kamis 19 Maret 2026, Lengkap Doa Sahur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal