Dia khawatir, desakan forum kiai kampung yang tendensius justru memperkeruh suasana. Sebab, bukan tidak mungkin pendukung Khofifah marah dan balik menyerang.
“Nah, hal-hal semacam itu harus dihindari. Sebagai teladan, forum kiai kampung harus ikut menjaga suasana Jatim kondusif. Kiai harus memihak kebenaran. Bukan pada seseorang. Apalagi salah satu bacagub,” katanya.
Terkait tudingan kampanye terselubung, menurut Muslih, juga harus dibuktikan berupa apa dan dalam bentuk apa. Jangan sekadar tudingan yang justru menjurus fitnah.
“Kalau yang dikhawatirkan adalah acara HKSN (Hari Kesetiakawanan Nasional), kami kira itu berlebihan. Wong itu (HKSN) sudah dirancang lama dan disetujui kepala daerah,” kata Wakil Sekretaris IKA PMII ini.
Seperti diberitakan, FK3JT menilai puncak acara HKSN di Jatim, 20 Desember nanti akan menjadi ajang kampanye Khofifah Indar Parawansa. Ini karena acara tersebut melibatkan banyak massa. Karena itu, mereka mendesak Presiden Jokowi me-reshuffle Khofifah sebelum tanggal tersebut.