Krisis Air Bersih, Warga di Lumajang Terpaksa Gunakan Sisa Air Sungai

Yayan Nugroho
Warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang mencuci di sisa air sungai, Jumat (15/9/2023). (Yayan Nugroho).

Untuk menghemat kebutuhan air bersih, sebagian warga mencuci baju dan mandi di sungai setempat. Kondisi ini terus terjadi di wilayah ini sepanjang musim kemarau. Sebab, biasanya merema mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Kalau kemarau begini ya ke sungai. Untuk cuci baju. Kalau untuk minum dan masak harus beli. Harus hemat air," ujar salah seorang warga, Suliana, Jumat (15/9/2023).

Atas kondisi ini, dia berharap hujan segera mengguyur desanya agar sumur-sumur warga kembali mengeluarkan air. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Lumajang, Reza Aditya, mengatakan, sedikitnya ada tujuh kecamatan di Lumajang yang mengalami kekeringan. "Kondisi ini terjadi akibat kemarau ekstrem," ujarnya.  

Reza juga mengatakan, BPBD telah beberapa kali mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. "Kami juga koordinasi dengan instansi vertikal untuk mendapatkan bantuan air bersih," ujarnya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kekeringan Landa 3 Daerah di Jateng, Lebih dari 20.000 KK Kekurangan Air Bersih

19 hari lalu

Krisis Air Bersih di Purwakarta Meluas hingga 55 Desa Imbas Kemarau

21 hari lalu

Krisis Air Bersih Landa Lumajang, 14.809 Warga dari 12 Kecamatan Terdampak

1 bulan lalu

Kekeringan Landa Lobar, Legislator Partai Perindo Desak BPBD Siagakan Tangki Air 24 Jam

1 bulan lalu

14 Daerah di Jateng Dilanda Kekeringan, Pemprov Dorong Modifikasi Cuaca

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal