"Kalau banyak orang yang antre, bisa dua hari mengisi jeriken. Karena semua warga ambil air di sini," ujarnya.
Meski terjadi krisis air, warga di sana tidak sampai berebut dan menimbulkan keributan. Selain dianggap sebagai masalah tahunan, mereka satu sama lain terbiasa saling membantu menghadapi musim kemarau.
Warga menilai, salah satu penyebabnya lantaran volume debit air dari tandon yang disedot dari wilayah Gunung Bromo mengecil. Kondisi serupa juga dialami sebagian masyarakat di Kecamatan Gempol.