Lambat Penanganan, Balita di Blitar Meninggal Dunia akibat DBD 

Solichan Arif
Ilustrasi nyamuk penyebar DBD. (Foto: Ist)

"Relatif menurun dibanding tahun sebelumnya," kata Eko menjelaskan. 

Eko juga menyoroti pola pengobatan di masyarakat. Masih banyak warga yang melakukan pola pengobatan berpindah pindah saat menjumpai anggota keluarga yang terkena DBD. 

Apa yang dilakukan tersebut, kata Eko bisa berdampak fatal. Seharusnya mereka langsung melakukan uji lab agar penyakit DBD bisa langsung diketahui. "Harus periksa laborat agar nanti terdeteksi lebih cepat," ujarnya. 

Eko juga mengatakan, musim penghujan yang berlangsung saat ini, yakni dengan diselingi panas, merupakan siklus perkembangbiakkan nyamuk aedes aegyptie. Dia mengimbau warga untuk terus menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). "Terutama menutup, menguras dan menghilangkan barang bekas," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
13 hari lalu

2 Bocah di Karawang Diduga Aniaya Balita 3 Tahun hingga Masuk Rumah Sakit

1 bulan lalu

Pasutri dan Balita Tewas Kecelakaan di Pasuruan, 2 Sopir Truk Diburu Polisi

1 bulan lalu

Tragis! Sekeluarga Tewas Kecelakaan di Pasuruan, Pasutri dan Balita

1 bulan lalu

Viral Video Pengasuh di Palembang Diduga Aniaya dan Tampar Balita gegara Tak Mau Makan

1 bulan lalu

Video Duel Bocah Viral di Grobogan, Polisi Periksa 7 Anak Didampingi Orang Tua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal